Tim Tangkap Buron Kejaksaan Meringkus Direktur Putra Mega Mas

JAKARTA, LN – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil meringkus Djohan direktur Cv. Putra Mega Mas yang menjadi buronan selama ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyampaikan, tersangka Djohan ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Komplek Ladang Mas Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor Jumat (15/1/2021).

Djohan sendiri, kata Leonard, adalah tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik (Videotron) pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp3.168.120.000,- ( tiga milyar seratus enam puluh delapan juta seratus dua puluh ribu rupiah) yang disidik berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tanggal 20 Maret 2017,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (16/1/2021) di Jakarta.

Tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut kronologis pengangkatan buronan direktur Cv. Putra Mega Mas oleh Tim Tabur Kejaksaan.

Pada saat dilakukan penangkapan Djohan berusaha mengelabui dengan menunjukan identitas yang berbeda antara KTP dan SIM karenanya diduga Tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali.

Pada saat dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai tersangka di tahap penyidikan, tersangka Djohan selalu mangkir dan oleh karena itu kemudian pada tanggal 03 Juli 2017, Kejari Medan menetapkan tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).

Setelah berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejari Medan, tersangka Djohan diserahkan langsung ke pihak Kejari Medan yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejari Medan.

“Malam itu juga semua kelengkapan dokumennya termasuk rapid test antigen untuk dititipkan di Rutan Tanjung Gusta dan selanjutnya akan ditangani oleh tim penyidik Pidsus Kejari Medan agar berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan,” jelas Kasi Intel.

Keberhasilan tangkap buronan (tabur) Kejaksaan kali ini merupakan yang ke-13 di Tahun 2021 dari DPO Kejaksaan RI.

Melalui Program Tabur Kejaksaan, kami menghimbau kembali kepada seluruh DPO Kejaksaan RI untuk menyerahkan diri dan mempertangung – jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO (K.3.3.1). (Deva)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!