Tiga Staf Direktorat Pengelolaan Investasi OJK dan Dua Perusahaan Sekuritas Diperiksa Sebagai Saksi Dalam Perkara Jiwasraya

JAKARTA,LN – Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan lima orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya. Diantaranya tiga staf direktorat pengelolaan investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dua perusahaan sekuritas. Pada Senin, (06/7/2020) kemarin.

Melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono mengatakan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 Saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya hari ini untuk beberapa tersangka baik korporasi maupun orang yang secara dirinci sebagai berikut:

“Saksi yang diperiksa terkait tersangka Korporasi PT. Pinnacle Persada Investama yaitu Anggoro Sri Setiaji selaku kasi Pasar Modal pada Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero) tahun 2014-2018 dan PT. Jasa Capital Asset Management yaitu Ruben Sukatendel selaku Direktur PT Oso Manajemen Investasi,” sebut Hari kepada awak Media melalui keterangan pers.

Selain dari itu, ada pula saksi dari OJK
Solihin sebagai Kabag Pengembangan pada DPIV OJK , Suhartono menjabat PIC Saham POOL pada DPKM OJK dan terakhir Pudjo Damaryono Kepala Bagian Pendaftaran Produk Pengelolaan Investasi pada Direktorat Pengelolaam Investasi Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK.

“Ketiga saksi yang berasal dari Direktorat Pengelolaan Investasi pada Otoritas Jasa Keuanga (OJK) RI dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana seharusnya proses pengawasan investasi keuangan dan kaitannya dengan pengelolaan investasi yang terjadi dalam jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) di Bursa Efek Indonesia,” turunya.

Sedangkan khusus saksi untuk pembuktian tersangka korporasi diperiksa untuk mencari bukti sejauh mana keterlibatan korporasi dalam tindak pidana yang disangkakan pemeriksaan saksi-saksi yang merupakan pengembangan terhadap penyidikan perkara sebelumnya.

“Dimaksudkan guna mencari alat bukti, lebih jauh Hari menjelaskan, untuk membuktikan perbuatan pidana para tersangka, baik tersangka korporasi maupun tersangka perorangan yang dapat dimintakan pertanggung-jawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelonaan keuangan dan dana investasi PT. Asuransi Jiwasraya (persero),” katanya.

Pemeriksaan saksi, Hari menyebut masih dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (Dery)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!