bs-ll-a" dir="ltr">

Panglima Laskar Merah Putih Indonesia Taufik Hidayat : Stop Statment yang Memecah Bangsa

JAKARTA,LN – Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam suku, Bahasa dan Agama, semuanya terangkum dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika maka dari itu toleransi antar suku dan agama perlu di junjung tinggi, akan tetapi memaknai toleransi sering kali salah kaprah dan kebablasan.

Apakah betul Ketika suatu umat beragama menjalankan peribadatannya mengganggu umat beragama lain sehingga tidak terjadi toleransi ? lalu bagaimana toleransi kepada umat yang beribadah atau yang akan mejalankan ibadah?

Panglima Laskar Merah Putih Indonesia Taufik Hidayat mengungkapan, “Kita Negara bersemboyan Bhineka Tunggal Ika, itu harus di junjung tinggi, jangan menyudutkan salah satu agama demi mencari ketenaran, dan gilanya lagi yang di sudutkan agamanya sendiri,” ungkapnya saat di temui wartawan.

Taufik menambahkan, sejak dari dulu adzan dikumandangkan tidak pernah mendengar ada keluhan dari suatu agama tentang suara adzan tersebut, karna mereka menjunjung tinggi toleransi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“jadi tidak perlu menyudutkan suatu agama demi mencari popularitas, seharusnya yang bersangkutan (Yaqut Cholil) itu melindungi semua agama, dan sebetulnya suara siapa yang mirip anjing?,” ungkap mantan pelatih taekwondo DKI Jakarta Ini.

Taufik juga menambahkan, bahwa di negara-negara lain pemerintahnya melindungi semua agama, bahkan di negara-negara yang mayoritas melindungi agama yang minoritas, agar negara tetap kondusif dan tidak menimbulkan polemic-polemik berkepanjangan,

Demi mencapai popularitas atau cari muka di negara nya sendiri, dan perlu di ingat, di Indonesia agama yang di akui ada 6, Islam, Protestan, katolik, hindu, budha dan konghuchu, agama Syiah tidak di akui di negara Republik Indonesia jadi tidak usah memecah belah NKRI siapapun di belakannya,

“saya berbicara di sini Netral tanpa kepentingan apapun, jadi stop statment-statment yang memecah belah bangsa, mengeluarkan statment seolah-olah dirinya pendeta, atau ustadz, negara ini sedang susah, jadi jangan di tambah buat susah lagi oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Agama yang seharusnya tidak pantas bicara tentang Agama,” jelasnya. (Abdul)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!