Hakim Putuskan 4 Orang Terdakwa Terbukti Bersalah Dari Perkara Penjaminan Letter Of Credit

JAKARTA,LN – Hari Jumat, 02 Oktober 2020 minggu yang lalu, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan persidangan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penjaminan Letter Of Credit (L/C) Import PT. Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) kepada PT. Mega Persada Prima (MPP) dengan agenda pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Sebagaimana diketahui, perkara ini bermula pada 2012 dimana saat itu PT. ASEI menyetujui penjaminan L/C impor bagi PT. MPP selaku agen dari Celler Resources Singapura untuk melaksanakan pekerjaan jasa perbaikan mesin Pesawat Sukhoi antara TNI AU dengan Celler Resources Singapura,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulis kepada LoginNews, Senin (05/10/2020).

Lebih lanjut, namun pada kenyataannya dalam surat jaminan L/C insurance ini, terdapat PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Capital, Pte. Ltd yang menjadi beneficiary party sehingga yang membelanjakan barang dan berurusan dengan supplier bukan dari pihak PT MPP.

Hari mengatakan, berkas perkara tindak pidana korupsi penjaminan L/C Import PT, ASEI terhadap PT MPP dengan kerugian keuangan negara sebesar USD 1,499,999,43 atau senilai Rp20,3 Miliar atas nama masing-masing terdakwa Perdana Putra Mohede, terdakwa Danu Prihantara Nurrachman, terdakwa Musa Harun Taufik dan terdakwa Human Mintaraga yang diajukan secara terpisah hari itu memasuki persidangan terakhir dengan acara pembacaan putusan hakim yang amarnya pada pokoknya sebagai berikut:

“Bahwa terdakwa Perdana Putra Mohede (Direktur Utama PT. MPP) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana tersebut dalam dakwaan Primiar melanggar pasal 2 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan dihukum dengan, pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun dikurangi selama dalam tahanan, denda Rp500 juta subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa membayar uang pengganti sebesar USD.1.059.043,43 jika tidak dibayar diganti dengan pidana penjara pengganti 2 (dua) tahun
barang bukti berupa 1 (satu) bidang tanah dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti
Biaya Perkara Rp 10.000.

Selanjutnya, terdakwa Danu Prihantara Nurrachman (Pengelola PT. Andalan Artha Advisindo Capital) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan sebagaimana tersebut dalam dakwaan Primiar melanggar pasal 2 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan dihukum dengan, pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dikurangi selama dalam tahanan, denda Rp500 juta subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan.

“Ia juga, membayar uang pengganti sebesar USD.289.156 jika tidak dibayar diganti dengan pidana penjara pengganti 2 (dua) tahun, barang Bukti berupa 1 (satu) bidang tanah dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti biaya perkara Rp 10.000,” sebutnya.

Kemudian, terdakwa Musa Harun Taufik (Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta PT. Asuransi Ekesport Indonesia / Asei ) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan sebagaimana tersebut dalam dakwaan Subsidiair melanggar pasal 3 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan dihukum dengan, pidana penjara selama 4 (empat) tahun dikurangi selama dalam tahanan.

Selain itu, denda Rp200 juta subsidiair 2 (dua) bulan kurungan, Biaya Perkara Rp 10.000.

Terakhir, terdakwa Human Mintaraga (Kepala Bagian Underwriting Kantor Cabang Utama Jakarta PT Asuransi Ekspor Indonesia / Asei (Persero),) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Sebagaimana tersebut dalam dakwaan Subsidiair melanggar pasal 3 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan dihukum dengan, pidana penjara selama 4 (empat) tahun dikurangi selama dalam tahanan dan denda Rp200 juta subsidiair 2 (dua) bulan kurungan serta biaya perkara Rp 10.000,” jelasnya.

“Sidang pembacaan putusan hakim yang dilaksanakan dengan virtual melalui metode video conference dari ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rutan Salemba Cabang Kejagung dan Rutan Cipinang dilakskanakan dengan lancar tanpa gangguan apapun dan hal ini dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya pemerintah menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19,” kata Hari.

Atas Putusan Majelis Hakim tersebut, para terdakwa dan/atau penasihat hukum terdakwa maupun penuntut umum menyatakan pikir-pikir selama 7 (tujuh) hari untuk menentukan sikap menerima putusan atau menyatakan banding.

Dengan selesainya proses persidangan perkara tipikor penjaminan Letter Of Credit (L/C) Import PT. Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) kepada PT. Mega Persada Prima (MPP) dan para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, maka kiranya patut mendapat apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam persidangan ini, karena walaupun dalam masa pandemi Covid-19 tidak banyak mempengaruhi proses hukum persidangan tersebut.

“Selanjutnya jika tidak ada upaya hukum yang dilakukan oleh terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum maka putusan hakim akan berkekuatan hukum tetap dan dapat dieksekusi, khususnya untuk pidana badan bagi semua terdakwa,” tutupnya. (Dery)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!