Dugaan Tipikor di BEKRAF, CBA : Minta KPK Segera Panggil dan Periksa Triawan Munaf

Koordinator Investigasi Center For Budget Anlysis (CBA) Jajang Nurjaman. (Foto. Dok Pribadi).

JAKARTA,LN – Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Melalui Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera panggil dan periksa Triawan Munaf.

Menurutnya, dugaan Tipikor terkait kegiatan BEKRAF for pre-startup (BEK-UP) pada tahun 2018 yang diselenggarakan di 10 kota dengan nilai proyek Rp 2,6 miliar.

“Untuk Kegiatan BEK-UP pihak BEKRAF memenangkan PT CC dengan nilai kontrak Rp2.601.418.600. Dengan perjanjian kontrak pada 03 Oktober 2018, adapun pekerjaan dimulai sejak perjanjian kontrak sampai 18 November 2018 dan lokasi pekerjaan di 10 kota, (Bandung, Yogyakarta, Malang, Makasar, Medan, Padang, Semarang, Balikpapan, Tangerang, dan Denpasar. Selanjutnya dilakukan vinal evaluation di Jakarta,” kata Jajang dalam keterangannya kepada LoginNews, Kamis (25/2/2021).

Jajang mengatakan, dalam kegiatan BEK-UP, Lembaga CBA menemukan 4 temuan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Pertama, terkait peserta acara BEK-UP di 10 kota, yang dilaporkan pihak BEKRAF tidak sesuai fakta di lapangan. Hal ini diduga sebagai modus markup anggaran. Sebagai gambaran, acara di Kota Bandung pihak BEKRAF melaporkan menghabiskan anggaran Rp148.080.000 faktanya hanya Rp62.660.000. Begitupun di 9 kota lainnya, total dugaan Markup anggaran terkait peserta acara sebesar Rp655.188.000.

Kedua, masih kata Jajang, honorarium Mentor diduga fiktif. Pihak BEKRAF untuk biaya mentor melaporkan bayaran perjam sebesar Rp300.000. Dalam pembiayaan ini ditemukan Sebanyak 64 kegiatan dengan total biaya honorarium mentor Rp.25.200.000 diduga fiktif.

Ada pun yang Ketiga, dugaan Markup biaya perjalanan dinas pejabat BEKRAF selama acara BEK-UP di 10 kota sebesar Rp20.838.534. Dugaan Markup ini terkait biaya tiket pesawat dan tadi 18 pejabat BEKRAF. Terakhir, dugaan Markup paket meeting fullboard dalam kegiatan final evaluation di Jakarta sebesar Rp4.290.000.

“Dari 4 temuan di atas, potensi dugaan kerugian negara sebesar Rp705.516.561.
Berdasarkan catatan ini Lembaga CBA mendorong KPK untuk segera membuka penyelidikan terkait proyek BEK-UP di tahun 2018. Panggil dan periksa pejabat terkait, seperti POKJA ULP,PPK, dan Kepala BEKRAF Triawan Munaf yang saat itu menjabat sebagai kepala BEKRAF,” tegas Koordinator Investigasi CBA itu. (Dery)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!