Kemenkeu Geram “Dana Bos” Sering Disunat Oleh Oknum Pemda dan Kepsek

JAKARTA,LN – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati geram melihat modus korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dilakukan oleh oknum pemerintah daerah (Pemda) dan Kepala Sekolah (Kepsek).

“Sekarang kami melakukan penyaluran bos dengan cara transfer by name, by address, by school account, itu lebih dari Rp53 triliun secara langsung. Tetap saja ada yang menyunat,” kata Sri Mulyani dalam acara laporan Bank Dunia di Energy Building, Jakarta. Kamis, (30/01/2020).

Padahal pemerintah pusat telah melakukan berbagai cara serta mekanisme penyaluran dana bos itu, tetapi tetap saja para oknum itu selalu punya cara.

Sri Mulyani menilai para oknum pemerintah daerah memiliki daya kreativitas yang tinggi dalam melakukan tindakan korupsi pada dana bos dengan cara menekan kepala sekolah.

“Begitu direct transfer kan nggak bisa disunat, tapi kepala sekolahnya dipanggil, ‘lo mau jadi kepala sekolah, lo harus setor ke gue’. Jadi setelah ditransfer dia ambil kemudian disetor,” jelasnya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp505,8 triliun pada APBN 2020. Alokasi itu setara 20 persen dari total belanja negara mencapai Rp2.528,8 triliun pada tahun ini.

“Dari anggaran pendidikan itu, lanjut Sri, harus dijaga dan dicontrol sangat perlu itu fakta yang ada banyak onkum yang tidak bosan-bosanya menyunat dana bos karena itu apa yang telah dilakukan pemerintah pusat untuk memperkuat dan mempersulit praktek pemotongan bos agar kedepannya menuju Indonesia maju, harus diiringi dengan memperbaiki kualitas birokrasi daerah,” ucapnya. (Dery)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!