Diduga Komplotan Penimbunan Solar Subsidi di Parung panjang Gunakan Tangki Air Yang Sudah di modifikasi

BOGOR,LN – Diduga Solar Subsidi yang seharus nya di peruntukan untuk masyarakat kini di timbun di,Desa Jagabaya Kecamatan Parung panjang Kebupaten Bogor,Jawa Barat.

Oknum penimbunan BBM Solar subsidi yang ber modalkan mobil tangki modifikasi kini lenggang melakukan aksinya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.(SPBU) no. (34-16312) Jalan Raya Sudamanik Rabu.Malam (25/09/19).

“Penimbunan Solar di lakukan di Kp.Janada Desa Jagabaya.kegiatan tersebut di lakukan setiap hari dan di malam hari pukul 01.00 WIB dan hasil BBM subsidi solar tersebut di kirim ke proyek Galian C di, peruntukan untuk alat berat Beko yang ada di wilayah koleang parung panjang cipanas lebak banten dan wilayah sekitarnya.

Awak media loginnews.id melakukan investigasi ke lokasi yang menjadi tempat penimbunan  tersebut,An yang gan di publikan namanya.saya baru satu bulan melakukan kegiatan ini,dan itu pun kaga banyak cuman sehari jatah pengambilan di SPBU Jagabaya cuman 1000 liter,saya pun kalau belum kordinasi sama pihak terkait dan pengawas nya pun saya tidak berani karna sudah ijin dan Operator juga tau dengan ke giatan kita setiap malam nya,” Ungkap An.

Setelah melakukan pengisian di SPBU.kami memindahkan langsung ke dalam Jerigen yang memang udah kami siap kan,dan langsung kami kirim ke Proyek Galian C dan di peruntukan untuk alat Berat beko”,Ucapnya.

Di tempat terpisah.saat di konfirmasi awak media melalui telepon seluler, Rasid pengawas SPBU Di Jalan Raya Sudamanik menjelaskan.saya tidak tau menau terkait ada nya kegiatan pengisian BBM Solar ber subsidi di SPBU  saya yang menggunakan mobil tangki yang sudah di modifikasi,saya udah memberikan himbauan ke yang lain juga berikut ke Operator makan nya kalau ada hal tersebut saya tidak tau ke betulan cctv yang di SPBU sedang rusak”,Tandasnya.

Rasid Menambahkan.Memang kalau ada pengisian BBM di SPBU kalau pengisian tidak standar kapasitas tangki yang pada umum nya mobil biasa kita tau,kita juga larang selalu saya kasi himbauan,mungkin nanti saya mau ber kordinasi sama yang lain”, Jelasnya.

Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).(Time)

Login News
EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!