Datathon 2019 #KulikDataCegahKorupsi dan Peluncuran Opentender 3.0

JAKARTA,LN – Dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia, Indonesia Corruption Watch (ICW) bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Transparency International Indonesia (TII) dan Deeptech.id menyelenggarakan Datahon 2019 #KulikDataCegahKorupsi dan peluncuran Opentender 3.0.

Tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarkat untuk ikut serta mengawal pengadaan barang dan jasa pemerintah dan mempublikasi praktek baik penggunaan data pengadaan untuk pemantauan.

Kegiatan ini berlangsung pada 7 – 8 Desember 2019. Pada 7 Des, Acara dibuka dengan diskusi bertema “Membuka Data, Cegah Korupsi di Pengadaan” yang diisi oleh Adnan Topan Husoso (Koordinator ICW), Patria Susantosa (Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP), Ria Ernunsari (Media Brand Manager Save the Children) dan Miftahusurur (Direktorat PINDA KPK)

Pada Pembukaan ini, ICW juga meluncurkan pembaharuan instrumen pemantauan pengadaan barang dan jasa Opentender 3.0 yang merupakan salah satu model pemanfaatan data pengadaan untuk pemantaun oleh publik. Dalam versi ini, data yang disajika mencakup pengadaan melalui tender dan e-purchasing serta penambahan indikator untuk menilai potensi kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, tampilan baru juga diharapkan akan membuat masyarakat lebih mudah memahami dan menggunakan opentender.

Setelah pembukaan, peserta Datathon kemudian diberi pembekalan dan diminta untuk mengulik data pengadaan dalam kurun waktu 22 jam (mulai 7 Des sampai 8 Des) dengan menjawab pertanyaan berikut: bagaimana memantau proses pengadaan dari data yang ada? apa kejanggalan proses pengadaan yang dapat teridentifikasi? dan bagaimana mencegah terjadinya kecurangan dalam pengadaan?

Peserta Datathon 2019 terdiri dari penggiat informasi teknologi (IT), komunitas data science, pelaku pengadaan, dan mahasiswa.

Dari 41 tim yang telah mendaftar, hanya 15 tim yang hadir dan hanya 11 tim yang dapat menyelesaikan tantangan tersebut hingga 8 Des 2019.

Berdasarkan penilaian juri yang terdiri dari Sely Martini (ICW), Gian Giovani (head of engineering tokopedia), dan Patria Susantosa (LKPP), ditetapkan pemenang ke 1 yaitu The Detector dengan karya Fraud detection pada pengadaan seluruh Indonesia pemenang ke 2 yaitu Ulil Albab dengan karya B-Health: Sistem deteksi kewajaran pengadaan dan pemenang ke 3 yaitu Pegasus dengan karya RUP Scoring.

Sementara tim lainnya yang berpartisipasi adalah: Tim Ada, Liqo Data Chapter 2, Pejuang Skripsi team, Amreta Destanpala, The Last Hero in The Last Minutes, Krisna, Tim Akuntabilitas, dan Poseidon.

(Red)

 

Login News
EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!