AMUK” Pamijahan Bersama Warga Tolak Drilling Star Energy

BOGOR,LN – Aliansi Mahasiswa Untuk Kedaulatan Pamijahan (AMUK), bersama warga melakukan aksi demo penolakan terhadap Kegiatan Drilling Star Energy Geothermal Salak. Kecamtan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Senin Kemarin, (24/03/2020).

Kordinator Lapangan Dede Ismatullah mengatakan, dengan judul “AMUK Pamijahan Bersama Rakyat Pamijahan Tolak Drilling Star Energy” didalam aksi tentunya melibatkan berbagai elemen masyarakat, dibuat menarik, dengan cara orasi dan membentang poster/banner yang bertuliskan hastag #TolakDrilling.

Fernando Abdillah (Pembina AMUK Pamijahan) Stop Drilling dalam aksinya.

“Sontak hal ini pun menjadi perhatian masyarakat, karena dilakukan di tempat yang cukup luas dan mudah dilihat oleh masyarakat, tak sedikit pula masyarakat yang lewat pun jadi ikut dalam barisan peserta aksi karena dirasa punya keresahan yang sama terhadap dampak dari Drilling Star Energy,” kata Dede.

Setelah itu, masih katanya, aksi ini juga salah satu bentuk responsif AMUK Pamijahan terhadap pertemuan atau Sosialisasi Drilling Star Energy yang dituding dilakukan secara diam-diam dan tidak melibatkan masyarakat banyak, di kantor Star Energy Bogor, yang diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2020.

“Sosialisasi Drilling Star Energy adalah pertemuan eksklusif para pengusaha dan Kepala Desa Se-Pamijahan, yang bertujuan untuk terus melanggengkan penggunaan dan penambahan Sumur Panas Bumi di Pamijahan. Pertemuan ini dinilai akan melahirkan upaya untuk terus melakukan eksploitasi terhadap alam di Pamijahan, yakni panas bumi,” katanya.

Lebih lanjut, Aktifitas Drilling ini dianggap akan menjadi penyumbang terbesar kerusakan sistem ekologis wilayah hilir maupun di wilayah kerja panas bumi. “Yang ditakutkan juga dampaknya menjalar hingga ke permukiman warga, potensi yang akan terjadi seperti Penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air sungai, gangguan sumber air bersih penduduk,” jelas Dede.

“Bisa juga peningkatan erosi tanah, perubahan stabilitas lereng dan longsor, penurunan tutupan vegetasi, terganggunya satwa liar dan jalur jelajahnya, peningkatan potensi banjir serta getaran atau gempa yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan,” bebernya.

Hal-hal tersebut, tambah Dede, menjadi keresahan dan kekhawatiran yang terus menghantui rakyat Pamijahan oleh karena itu dalam aksi hari ini dari Amuk
Pamijahan juga menyampaikan beberapa tuntutan terkait Rencana Drilling Star Energy Geothermal Salak.

“Walaupun aksi terhenti lantaran merebaknya wadah Virus Corona dan juga imbauan Kapolri lewat Maklumat/2/III/2020. Dimana dilarang melakukan kerumunan atau berkumpul, kita hargai serta harus taat aturan,” Demikian kata Dede.

(Dery)

 

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!