Ade Armando: Konser Amal Corona Kok Dituduh Menyakiti Umat Islam

Dr. Ade Armando, M.Sc. pakar komunikasi Indonesia yang mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia

JAKARTA,LN – Konser musik menggalang dana untuk korban Covid-19 yang berlangsung Minggu 17 Mei lalu, menampilkan bintang utama BIMBO, diselenggarakan oleh Pimpinan MPR dan BPIP live di Televisi swasta dan live streaming ini menuai kontra dari beberapa tokoh petinggi partai dan pemberitaan enam media online dengan judul dan isi berita yang sama.

Menanggapi komentar dan kritik pedas terhadap konser amal tersebut, Dr. Ade Armando, M.Sc. seorang pakar komunikasi Indonesia yang mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, dan selalu berpikir dengan logika ini angkat bicara.

“Saya mulai pembicaraan kita kali ini dengan peringatan, jangan terlalu membenci orang. Karena terlalu membenci orang itu bisa menyebabkan anda kehilangan akal sehat, ini yang sistematis terhadap sebuah konser musik yang tujuannya menggalang dana untuk para korban korona yang diselenggarakan 17 Mei yang lalu,” kata Ade dalam sebuah video di Channel YouTube. Rabu, (20/05/2020).

Ade mengungkapkan bahwa acara konser tersebut adalah sebuah acara yang sangat mulia, dengan waktu dua jam saja bisa mengumpulkan dana sampai Rp.4 Miliar. Tapi kenapa mendapat tanggapan negatif dan berbagai serangan dari beberapa golongan bahkan mengatakan acara ini menyakiti umat islam, tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan.

“Nah, segera sesudah acara itu selesai, ada semacam kampanye di media online. Saya menemukan ada enam media online setidaknya enam ya, ada enam media online yang menyajikan berita dengan judul yang sama, isinya persis sama. Medianya adalah: Rakyat Merdeka online, IDToday, Era Muslim, Hidayatullah, NKRIku dan Gelora News, sama atau kalaupun ada bedanya beda-beda tipis. Saya duga ini adalah semua berita yang ditulis oleh seorang penulis yang sama, jadi memang tujuannya adalah memobilisasi kebencian terhadap acara ini dan lebih jauh lagi kebencian terhadap pemerintah, kalimat itu sangat tendensius. Judulnya di enam Media online itu adalah ‘Konser Yang Menyinggung Umat Islam’,” lanjut Ade.

“Kenapa dikatakan menyinggung umat Islam, saya bacakan cuplikannya, leadnya begini; ‘Di masa 10 hari terakhir bulan Ramadhan, saat umat Islam seharusnya khusuk beribadah, beritikaf di masjid, shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kini justru harus hadir menonton konser’. Harus hadir menonton konser siapa yang disuruh harus hadir?,” kata Ade.

Selanjutnya, terkait photo Presiden Jokowi yang berada ditengah konser, ternyata itu HOAX. Video full bisa disaksikan langsung pada link tautan YouTube dibawah ini :

(Red)

EITS... MAU COPAS YA ? TULIS SENDIRI DONK !!!